Stres pada Anak Usia Sekolah, Terlalu Banyak Les Penyebabnya!

Pernah mendengar berita tentang stres pada anak usia sekolah? Apakah berita itu benar atau hanya mengada-ada? Mungkinkah anak yang berada pada dunia bermain terserang stres? Memang terdengar aneh bila kita mendapatkan informasi kesehatan tentang stres yang dialami oleh anak-anak. Tapi, mungkin saja hal ini terjadi pada anak-anak.

Terlepas dari benar atau tidaknya berita yang menyebutkan bahwa anak usia sekolah mengalami stres, sebenarnya gangguan jiwa stres bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak.

Apa penyebabnya? Tekanan jiwa yang dialami oleh anak-anak usia sekolah atau pada usia muda dapat disebabkan oleh banyak faktor seperti pengaruh lingkungan, tekanan orangtua, dan banyak lagi penyebab lainnya.

Terkait hal itu, ternyata terlalu banyak belajar atau sering mengikuti les bisa juga membuat anak stres. Belajar itu memang penting untuk anak, tetapi jangan dipaksakan dan harus dilakukan secara bertahap.

Bermain pun penting bagi anak-anak karena memang dunia anak adalah bermain, tetapi harus pula diimbangi dengan pengenalan ilmu pengetahuan dasar.stres pada anak

Untuk lebih jelas tentang stres yang melanda anak usia dinia, baca penjelasan selanjutnya berikut ini.

Stres pada Anak Usia Sekolah, Terlalu Banyak Les Penyebabnya!

Berita tentang anak umur 6 tahun menderita stres karena terlalu banyak mengikuti les memang terkesan sangat aneh dan mengada-ada. Tapi bila dieliti lebih dalam, tekanan jiwa atau stres pada dasarnya bisa dialami siapa pun tanpa mengenal usia ataupun jenis kelamin.

Stres atau depresi muncul karena seseorang berada di dalam suatu keadaan yang membuat dirinya tak bahagia. Kondisi seperti ini dapat muncul karena ketakutan, kekecewaan, kekhawatiran tak mampu mencapai ekspektasi, dan bisa juga karena kelelahan yang di luar batas.

Nah, pada anak usia sekolah, kondisi kejiwaan seperti itu bisa juga dialami dan disebut dengan mental hectic. Apa itu mental hectic? Apa penyebabnya?

Aktivitas Belajar Berlebihan pada Anak Menyebabkan Mental Hectic

Dunia anak-anak sejatinya adalah dunia yang penuh dengan keceriaan. Oleh sebab itulah, anak-anak usia dini tak pantas untuk dituntut mencapai banyak prestasi.

Dalam hal ini, pembelajaran serta pembekalan ilmu pengetahuan juga keterampilan berbahasa seharusnya disampaikan dengan cara-cara yang menyenangkan.

Memenuhi aktivitas anak dengan berbagai macam kursus dengan tujuan nantinya mereka mampu bersaing dan tak ketinggalan zaman bukanlah sebuah tindakan bijaksana.

Bukannya meraih banyak prestasi, anak-anak dengan banyak aktivitas belajar atau belajar berlebihan justru akan menyebabkan gangguan jiwa atau disebut juga dengan istilah mental hectic.

Mental hectic bisa saja muncul karena si anak merasa waktu bermainnya tersita oleh kegiatan belajar. Mereka merasa seperti tertekan dan tak bisa menikmati masa-masa yang seharusnya penuh dengan kegembiraan.

Gangguan kejiwaan atau stres pada anak ini terjadi karena beban pelajaran yang ditandai dengan gejala-gejala seperti gangguan perilaku, halusinasi, ketakutan tanpa sebab, dan bicara ngelantur.

Gangguan jiwa pada anak seperti ini jangan dibiarkan dan haruslah dicegah, karena inilah yang paling penting. Jadi, sebelum terlambat, lakukan pencegahan seperti berikut ini.

Cara Membebaskan Anak dari Stres

Hidup itu haruslah seimbang karena memang hidup di dunia membutuhkan keseimbangan. Bagaimana dengan dunia anak? Apakah diperlukan keseimbangan hidup atau hanya hanya dihabiskan untuk bermain tanpa belajar?

Dunia anak memang dunianya bermain, tetapi tetap harus ada di dalamnya pembelajaran budi pekerti dan juga dasar-dasar pengetahuan.

Artinya, dunia anak memang didominasi oleh bermain, tetapi jangan lupakan juga dengan pengenalan Ilmu secara bertahap dan jangan dipaksakan. Bila dipaksakan, anak akan mudah tertekan.

Oleh sebab itulah, supaya si anak tak mudah merasa tertekan, para orangtua wajib memahami betul dunia anak. Nah, berikut ini adalah tips-tips agar si anak terhindar dari stres di usia sekolah.

  1. Hindarikan anak dari keadaan terlalu lama menerima pelajaran di dalam kelas. Usia yang terlalu dini masuk sekolah merupakan salah satu faktor penyebabnya. Jadi, tunggulah sampai anak cukup umur untuk masuk sekolah, sehingga pembelajaran di kelas tak akan membuatnya stres karena sudah diperhitungkan sesuai dengan usia anak.
  2. Jangan menekan ataupun menuntut si anak agar meraih prestasi, karena hal ini akan menjadi beban bagi diri si anak, sehingga muncullah stres. Biarkan anak Anda memaksimalkan bakat dan kemampuannya.
  3. Jangan memaksa anak untuk terus belajar sedangkan si anak tersebut sudah menunjukkan gejala kejenuhan. Jadi, berikanlah ruang untuk bermain di antara waktu belajar dan jam sekolah.

Anak-anak itu mempunyai keunikan tersendiri dan masa-masanya berkembang. Jangan sampai perkembangan si anak ini dihambat dengan berbagai macam tuntunan belajar yang membani mereka.

Sikap orangtua seperti itu salah dan tidak bijak, karena orangtua yang bijak tak akan membebani anak-anaknya dengan berbagai macam tuntunan, tetapi memberi dukungan terhadap bakat dan minat si anak.

Ya, peran orangtua memang seharusnya mendukung si anak mengembangkan bakat dan kemampuan juga tak lupa membimbingnya agar tetap di jalur yang benar, sehingga stres pada anak bisa dihindari.

Stres pada Anak Usia Sekolah, Terlalu Banyak Les Penyebabnya! | Rodriguez | 4.5